Senin, 17 November 2014

Masih Fungsi sosial

sepanjang yang ada berbagai hal akan sambungan dari sebelumnya, tetap kita melihat pada Fungsi sosial.

Jumat, 26 September 2014

APAKAH PANTI MEMILIKI ALAT UKUR (METER, KUIS, WAKTU Etc).

Panti yang banyak kita jumpai atau kita ketahui, selalu identik dengan Kemensos atau Dinas Sosial yang tersebar Diseluruh nusantara yang permai ini, memang panti sudah merupakan trade mark dari Kemensos dan Dinas sosial jadi wajib hukumnya bagi rakyat yang mendiami nusantara yang Elok ini untuk mengakuinya, a Pada masa kini dan masa bahula apakah Panti atau sering disingkat PS sudahkah dikenal luas oleh rakyat di nusantara ini. Panti Sosial sekarang penyelenggaraannya oleh Pemerintah pusat. dan Daerah Otonomi (dengan catatan daerah otonom yang kaya begitu mungkin), apa yang diuraikan tersebut hanya gambaran awal dari berbagi hal yang perlu atau peelu sekali untuk kita sama-sama atau sendiri-sendiri hayalkan(plato) , begini, ada begitunya juga, kale..,, (saatnya hal yang serius(gruop rock)).!...Berrsambung....(to be con..) 

Rabu, 03 September 2014

MASIH ADAKAH FUNGSI SOSIAL

Panti Sosial, apa, bagaimana, mengapa, siapa, dimana, adanya Fungsi sosial yang ,terlihat pada diri siapa

Jumat, 23 Maret 2012

Fungsi Sosial

SPERMAN
S        :  STATUS
PER   :  PERAN
MAN :  NORMA & ATURAN
(MUCHDAR M. HUSAIN 2011)

Fungsi Sosialsos

                          KETRAMPILAN  PRAKTEK
                               PEKERJAAN SOSIAL

           Definisi kerja:
           Pekerjaan  Sosial  merupakan  pelayanan  pertolongan  profesional yang memiliki tugas pokok membantu orang ( mengatasi masalah agar dapat memenuhi  kebutuhan-kebutuhan dasarnya )  dengan jalan  memberikan kemungkinan untuk  dapat menjalankan fungsi sosialnya secara optimal,  agar ( menolong dirinya sendiri ) memenuhi kebutuhan – kebutuhan dasarnya   
  
           Hakekat manusia sebagai makhluk Sosial :
        1.   Manusia  adalah makhluk ciptaan Tuhan  dengan sebaik-baik kedjadian, yaitu jiwa dan raga yang sempurna yang memiliki potensi untuk dapat hidup, tumbuh, dan kembang sepanjang terpenuhi kebutuhan pokok hidupnya..
        2.   Disamping itu manusia ditetapkan Tuhan menjadi  halifah (wakil ) Tuhan yaitu untuk melaksanakan  tugas  mengantur dan mengolah bumi dan isinya, sebagai makhluk sosial, bersifat sosial , (berteman , bersaudara, berkelompok , bermasyarakat ), memiliki potensi untuk bekerja sama agar dapat memenuhi kebutuhannya  dan mengatasi masalahnya,  artinya melaksanakan fungsi  sosial agar dapat melaksanakan tugas – tugas kehidupan , mencari kebutuhan - kebutuhan pokoknya dan  mengatasi masalah masalah kehidupannya.

           Sebagai illustrasi bahwa : “ sejak bayi dilahirkan sudah diberikan Tuhan jiwa dan raga dengan potensi hidup, tumbuh, kembang jika terpenuhi kebutuhan, pokok seperti minum air susu ibunya , mempunyai kemampuan untuk berhubungan dengan ibunya,  bergerak mendekatkan mulutnya pada putimg susu ibunya kemudian menyedot air susu ibunya dengan sempurna.atau potensi melaksanakan  tugas- tugas kehidupan / fungsi sosialnya.
             Ada dua peristiwa  penting  yang dapat kita tangkap dari kejadian diatas  yaitu: pertama  manusia  ( bayi ) sudah  memiliki potensi  jiwa dan raga untuk  dapat hidup, tumbuh,  kembang , apabila kebutuhan pokoknya terpenuhi dengan baik. Yang kedua   potensi melaksanakan tugas kehidupan melaksanakan fungsi sosial , yaitu mencari dan  mengadakan hubungan  dengan orang lain ( ibunya ) , yang memiliki potensi penyedia kebutuhan pokok, dan kesediaan mengatasi masalah ( sistim sumber ).
           Situasi sosial , inter aksi sosial  diantara  orang-orang ( sistim Klien ) dengan orang –orang  ( sitim sumber :  informal , formal dan masyarakat  ) tersebut diataslah yang akan dijadikan sasaran praktek Pekerja Sosial. Agar supaya kedua potensi sistim (Klien dan Sumber )  menjadi aktual, dapat dimanfaatkan secara optimal  oleh Klien dengan jalan ditolong dan dibimbing oleh Pekerja Sosial..
           Fungsi  pertama .Pekerja Sosial  yaitu  pengungkapan dan pemahaman   masalah   ( menggelar kasus ) bersama  Klien dengan langkah pertama menimbulkan rasa kesadaran Klien akan  potensi dirinya, disamping  adanya potensi sistim sumber dilingkungan sekitar yag dapat memenuhi kebutuhan, dan mengatasi  masalah yang dideritanya .
            Pekerja Sosial melakukan asesment situasi sosial yaitu  penelaahan secara sistimatis terhadap jalinan net work situasi sosial dan  sistim-sistim sumber ( informal, formal dan masyarakat ) yang tersedia dilingkungan sosial ditempat dimana Klien mendapatkan status dan peranan sosialnya.
           Evaluasi  terhadap  assets,  sumber yang berharga milik Klien seperti kemampuan, ketrampilan, dukungan dari  orang-orang sekitar, kesempatan , dan akses yang dimiliki untuk mencapai sumber dan pelayanan.,  tuntutan sosial, hambatan dan kemudahan,  sistim hadiah, imbalan maupun sanksi, dapat di kembangkan .
           Kemudian Klien dibimbing  agar  dapat bertanggung jawab melaksanakan fungsi sosialnya sebaik – baiknya,  dengan prinsip intervensi Pekerja Sosial : “ menolong Klien agar dapat menolong dirinya sendiri  (self help). “ .
         
                 FUNGSI  SOSIAL  dan  MASALAH  SOSIAL.     
  
            A. PENGERTIAN  FUNGSI  SOSIAL.
     . Istilah fungsi sosil mengacu  pada  cara-cara bertiingkah laku  atau  melakukan tugas-tugas kehidupan dalam memenuhi kebutuhan hidup individu ,  orang  seorang maupun sebagai keluarga, kolektif, masyarakat., organisasi dsb. Pelaksanaan fungsi sosial dapat dievaluasi / dinilai apakah memenuhi kebutuhan dan membantu mencapai kesejahteraan bagi orang ybs, dan  bagi masyarakat, apakah normal dapat diterima  masyarakat sesuai dengan norma sosial. Untuk dapat berfungsi sosial secara baik ada tiga faktor penting yang saling berkaitan untuk  dilaksanakan  yaitu:
       1.  Faktor status sosial yaitu kedudukan seseorang dalam suatu kehidupan bersama ,
            dalam  keluarga, kelompok, organisasi  atau masyarakat  yaitu seseorang yang
            diberi kedudukan agar melakukan tugas - tugas yang  pokok sebagai suatu
            tanggung jawab atas kewajibannya ( kompetensi ). Misalnya seorang berstatus
            sebagai :  Ketua , Ayah,  Mahasiswa, Pegawai , dsb.   
.      2. Faktor role sosial yaitu  peranan  sosial, berupa kegiatan  tertentu yang dianggap
            penting  dan diharapkan harus dikerjakan  sebagai kosekwensi dari status
            sosialnya dalam  kehidupan  bersama (  keluaraga, kelompok, masyarakat ).
            Misalnya Ayah harus  berperan  sebagai pencari nafkah bagi keluarga, Ibu 
            berperan sebagai pengurus   rumah tangga dan mengasuh anak, Anak berperan
            sebagai pembantu mengurus  adik-adiknya yang kesekolah , dsb.  
            Penampilan  peranan sosial secara efektif menyangkut penyediaan  sumber dan
            pelakasanan tugas  sehingga individu dan atau kelompok, seperti keluarga ,
            mampu mempertahankan diri , tumbuh dan berkembang,  menyenangi dan
            menikmati kehidupan . Penampilan peran ini dinilai baik oleh orang yang
            bersangkutan  maupun dinilai normal oleh masyarakat dilingkungannya   
       3.  Faktor norma sosial yaitu hukum, peraturan , nilai-nilai masyarakat, adat istiadat,
            agama, yang menjadi patokan apakah status sosial sudah diperankan  sudah
            dilaksanakan sebagaiman mestinya , dengan normal, wajar, dapat diterima oleh  
            masyarakat , bermanfaat  bagi  orang  – orang dalam kehidupan bermasyarakat .
.                  Pekerja Sosial   dapat mengadakan evaluasi dan intervensi pelaksanaan fungsi
            yang dilakukan orang secara individu maupun sebagai kelompok.

       B.  PENGERTIAN  MASALAH   SOSIAL.
            Masalah sosial adalah kesulitan menjalankan tugas-tugas kehidupan , disfungsi sosial  yang dialami seorang atau sekelompok orang dan / atau kedua-dua nya                     
            Pembahasan masalah sosial berkait dengan  pelaksanaan tugas-tugas kehidupan  sejak umur bayi sampai  usia tua atau dari sejak pagi sampai malam dan sampai pagi lagi. dalam rangka  usaha manusia  memenuhi kebutuhan  dan memecahkan masalah untuk mencapai kehidupan yang bahagia dan sejahtera.
           Ketidak mampuan seseorang melaksanakan  tugas-tugas kehidupan dapat diakibatkan oleh karena :
          1.  Masalah dis - fungsi sosial  artinya  tidak  dapat melasanakan  fungsi sosial diakibatkan  oleh karena  tidak terpenuhinya kebutuhan pokok hidup dan /atau akibat  perilaku / peranan sosialnya  yang menyimpang , tidak normal , dari status sosial dan norma / nilai sosial kemasyarkatan, merasa tertekan,, ketegangan, kebahagiaan terganggu,, tingkah laku yang dianggap membahayaka, abnormal, patologik. Misalnya: mencuri, kenakalan, keterasingan    
           2.  Masalah dis - organisasi sosial  artinya  organisasi ,  kelompok atau masyarakat   sebagai sistim sumber tidak dapat memenuhi kebutuhan anggotanya , dan atau tidak mampu memecahkan masalah anggotanya.. 

    
.           Kegiatan Pekerja Sosial selengkapnya seperti urutan  1- 8  tersebut dibawah ini,     
            ketrampilan Praktek Pekerjaan Sosil secara profesional , sebagai berikut :
                                                                            
            I . PENGUNGKAPAN  DAN  PEMAHAMAN MASALAH.
           II.. PENGUMPULAN  DATA
          III.  PENCIPTAAN KONTAK  PEDAHULUAN
          IV.  PEMBICARAAN KONTRAK.
          V.   PEMBENTUKAN SISTIM KEGIATAN.
         VI    PEMANTAPAN DAN  KORDINASI  SITIM  KEGIATAN
         VII   PEMBERIAN   PENGARUH
        VIII   TRMINASI  USAHA  PERUBAHAN

                 Praktek  I  : PENGUNGKAPAN dan PEMAHAMAN  MASALAH
.          
         A.  Hakekat Pengumkapan dan Pemahaman Masalah (Assesment masalah )

Fungsi Sosial


                          KETRAMPILAN  PRAKTEK
                               PEKERJAAN SOSIAL

           Definisi kerja:
           Pekerjaan  Sosial  merupakan  pelayanan  pertolongan  profesional yang memiliki tugas pokok membantu orang ( mengatasi masalah agar dapat memenuhi  kebutuhan-kebutuhan dasarnya )  dengan jalan  memberikan kemungkinan untuk  dapat menjalankan fungsi sosialnya secara optimal,  agar ( menolong dirinya sendiri ) memenuhi kebutuhan – kebutuhan dasarnya   
  
           Hakekat manusia sebagai makhluk Sosial :
        1.   Manusia  adalah makhluk ciptaan Tuhan  dengan sebaik-baik kedjadian, yaitu jiwa dan raga yang sempurna yang memiliki potensi untuk dapat hidup, tumbuh, dan kembang sepanjang terpenuhi kebutuhan pokok hidupnya..
        2.   Disamping itu manusia ditetapkan Tuhan menjadi  halifah (wakil ) Tuhan yaitu untuk melaksanakan  tugas  mengantur dan mengolah bumi dan isinya, sebagai makhluk sosial, bersifat sosial , (berteman , bersaudara, berkelompok , bermasyarakat ), memiliki potensi untuk bekerja sama agar dapat memenuhi kebutuhannya  dan mengatasi masalahnya,  artinya melaksanakan fungsi  sosial agar dapat melaksanakan tugas – tugas kehidupan , mencari kebutuhan - kebutuhan pokoknya dan  mengatasi masalah masalah kehidupannya.

           Sebagai illustrasi bahwa : “ sejak bayi dilahirkan sudah diberikan Tuhan jiwa dan raga dengan potensi hidup, tumbuh, kembang jika terpenuhi kebutuhan, pokok seperti minum air susu ibunya , mempunyai kemampuan untuk berhubungan dengan ibunya,  bergerak mendekatkan mulutnya pada putimg susu ibunya kemudian menyedot air susu ibunya dengan sempurna.atau potensi melaksanakan  tugas- tugas kehidupan / fungsi sosialnya.
             Ada dua peristiwa  penting  yang dapat kita tangkap dari kejadian diatas  yaitu: pertama  manusia  ( bayi ) sudah  memiliki potensi  jiwa dan raga untuk  dapat hidup, tumbuh,  kembang , apabila kebutuhan pokoknya terpenuhi dengan baik. Yang kedua   potensi melaksanakan tugas kehidupan melaksanakan fungsi sosial , yaitu mencari dan  mengadakan hubungan  dengan orang lain ( ibunya ) , yang memiliki potensi penyedia kebutuhan pokok, dan kesediaan mengatasi masalah ( sistim sumber ).
           Situasi sosial , inter aksi sosial  diantara  orang-orang ( sistim Klien ) dengan orang –orang  ( sitim sumber :  informal , formal dan masyarakat  ) tersebut diataslah yang akan dijadikan sasaran praktek Pekerja Sosial. Agar supaya kedua potensi sistim (Klien dan Sumber )  menjadi aktual, dapat dimanfaatkan secara optimal  oleh Klien dengan jalan ditolong dan dibimbing oleh Pekerja Sosial..
           Fungsi  pertama .Pekerja Sosial  yaitu  pengungkapan dan pemahaman   masalah   ( menggelar kasus ) bersama  Klien dengan langkah pertama menimbulkan rasa kesadaran Klien akan  potensi dirinya, disamping  adanya potensi sistim sumber dilingkungan sekitar yag dapat memenuhi kebutuhan, dan mengatasi  masalah yang dideritanya .
            Pekerja Sosial melakukan asesment situasi sosial yaitu  penelaahan secara sistimatis terhadap jalinan net work situasi sosial dan  sistim-sistim sumber ( informal, formal dan masyarakat ) yang tersedia dilingkungan sosial ditempat dimana Klien mendapatkan status dan peranan sosialnya.
           Evaluasi  terhadap  assets,  sumber yang berharga milik Klien seperti kemampuan, ketrampilan, dukungan dari  orang-orang sekitar, kesempatan , dan akses yang dimiliki untuk mencapai sumber dan pelayanan.,  tuntutan sosial, hambatan dan kemudahan,  sistim hadiah, imbalan maupun sanksi, dapat di kembangkan .
           Kemudian Klien dibimbing  agar  dapat bertanggung jawab melaksanakan fungsi sosialnya sebaik – baiknya,  dengan prinsip intervensi Pekerja Sosial : “ menolong Klien agar dapat menolong dirinya sendiri  (self help). “ .
         
                 FUNGSI  SOSIAL  dan  MASALAH  SOSIAL.     
  
            A. PENGERTIAN  FUNGSI  SOSIAL.
     . Istilah fungsi sosil mengacu  pada  cara-cara bertiingkah laku  atau  melakukan tugas-tugas kehidupan dalam memenuhi kebutuhan hidup individu ,  orang  seorang maupun sebagai keluarga, kolektif, masyarakat., organisasi dsb. Pelaksanaan fungsi sosial dapat dievaluasi / dinilai apakah memenuhi kebutuhan dan membantu mencapai kesejahteraan bagi orang ybs, dan  bagi masyarakat, apakah normal dapat diterima  masyarakat sesuai dengan norma sosial. Untuk dapat berfungsi sosial secara baik ada tiga faktor penting yang saling berkaitan untuk  dilaksanakan  yaitu:
       1.  Faktor status sosial yaitu kedudukan seseorang dalam suatu kehidupan bersama ,
            dalam  keluarga, kelompok, organisasi  atau masyarakat  yaitu seseorang yang
            diberi kedudukan agar melakukan tugas - tugas yang  pokok sebagai suatu
            tanggung jawab atas kewajibannya ( kompetensi ). Misalnya seorang berstatus
            sebagai :  Ketua , Ayah,  Mahasiswa, Pegawai , dsb.   
.      2. Faktor role sosial yaitu  peranan  sosial, berupa kegiatan  tertentu yang dianggap
            penting  dan diharapkan harus dikerjakan  sebagai kosekwensi dari status
            sosialnya dalam  kehidupan  bersama (  keluaraga, kelompok, masyarakat ).
            Misalnya Ayah harus  berperan  sebagai pencari nafkah bagi keluarga, Ibu 
            berperan sebagai pengurus   rumah tangga dan mengasuh anak, Anak berperan
            sebagai pembantu mengurus  adik-adiknya yang kesekolah , dsb.  
            Penampilan  peranan sosial secara efektif menyangkut penyediaan  sumber dan
            pelakasanan tugas  sehingga individu dan atau kelompok, seperti keluarga ,
            mampu mempertahankan diri , tumbuh dan berkembang,  menyenangi dan
            menikmati kehidupan . Penampilan peran ini dinilai baik oleh orang yang
            bersangkutan  maupun dinilai normal oleh masyarakat dilingkungannya   
       3.  Faktor norma sosial yaitu hukum, peraturan , nilai-nilai masyarakat, adat istiadat,
            agama, yang menjadi patokan apakah status sosial sudah diperankan  sudah
            dilaksanakan sebagaiman mestinya , dengan normal, wajar, dapat diterima oleh  
            masyarakat , bermanfaat  bagi  orang  – orang dalam kehidupan bermasyarakat .
.                  Pekerja Sosial   dapat mengadakan evaluasi dan intervensi pelaksanaan fungsi
            yang dilakukan orang secara individu maupun sebagai kelompok.

       B.  PENGERTIAN  MASALAH   SOSIAL.
            Masalah sosial adalah kesulitan menjalankan tugas-tugas kehidupan , disfungsi sosial  yang dialami seorang atau sekelompok orang dan / atau kedua-dua nya                     
            Pembahasan masalah sosial berkait dengan  pelaksanaan tugas-tugas kehidupan  sejak umur bayi sampai  usia tua atau dari sejak pagi sampai malam dan sampai pagi lagi. dalam rangka  usaha manusia  memenuhi kebutuhan  dan memecahkan masalah untuk mencapai kehidupan yang bahagia dan sejahtera.
           Ketidak mampuan seseorang melaksanakan  tugas-tugas kehidupan dapat diakibatkan oleh karena :
          1.  Masalah dis - fungsi sosial  artinya  tidak  dapat melasanakan  fungsi sosial diakibatkan  oleh karena  tidak terpenuhinya kebutuhan pokok hidup dan /atau akibat  perilaku / peranan sosialnya  yang menyimpang , tidak normal , dari status sosial dan norma / nilai sosial kemasyarkatan, merasa tertekan,, ketegangan, kebahagiaan terganggu,, tingkah laku yang dianggap membahayaka, abnormal, patologik. Misalnya: mencuri, kenakalan, keterasingan    
           2.  Masalah dis - organisasi sosial  artinya  organisasi ,  kelompok atau masyarakat   sebagai sistim sumber tidak dapat memenuhi kebutuhan anggotanya , dan atau tidak mampu memecahkan masalah anggotanya.. 

    
.           Kegiatan Pekerja Sosial selengkapnya seperti urutan  1- 8  tersebut dibawah ini,     
            ketrampilan Praktek Pekerjaan Sosil secara profesional , sebagai berikut :
                                                                            
            I . PENGUNGKAPAN  DAN  PEMAHAMAN MASALAH.
           II.. PENGUMPULAN  DATA
          III.  PENCIPTAAN KONTAK  PEDAHULUAN
          IV.  PEMBICARAAN KONTRAK.
          V.   PEMBENTUKAN SISTIM KEGIATAN.
         VI    PEMANTAPAN DAN  KORDINASI  SITIM  KEGIATAN
         VII   PEMBERIAN   PENGARUH
        VIII   TRMINASI  USAHA  PERUBAHAN

                 Praktek  I  : PENGUNGKAPAN dan PEMAHAMAN  MASALAH
.          
         A.  Hakekat Pengumkapan dan Pemahaman Masalah (Assesment masalah )