Jumat, 26 September 2014

APAKAH PANTI MEMILIKI ALAT UKUR (METER, KUIS, WAKTU Etc).

Panti yang banyak kita jumpai atau kita ketahui, selalu identik dengan Kemensos atau Dinas Sosial yang tersebar Diseluruh nusantara yang permai ini, memang panti sudah merupakan trade mark dari Kemensos dan Dinas sosial jadi wajib hukumnya bagi rakyat yang mendiami nusantara yang Elok ini untuk mengakuinya, a Pada masa kini dan masa bahula apakah Panti atau sering disingkat PS sudahkah dikenal luas oleh rakyat di nusantara ini. Panti Sosial sekarang penyelenggaraannya oleh Pemerintah pusat. dan Daerah Otonomi (dengan catatan daerah otonom yang kaya begitu mungkin), apa yang diuraikan tersebut hanya gambaran awal dari berbagi hal yang perlu atau peelu sekali untuk kita sama-sama atau sendiri-sendiri hayalkan(plato) , begini, ada begitunya juga, kale..,, (saatnya hal yang serius(gruop rock)).!...Berrsambung....(to be con..) 

Rabu, 03 September 2014

MASIH ADAKAH FUNGSI SOSIAL

Panti Sosial, apa, bagaimana, mengapa, siapa, dimana, adanya Fungsi sosial yang ,terlihat pada diri siapa

Jumat, 23 Maret 2012

Fungsi Sosial

SPERMAN
S        :  STATUS
PER   :  PERAN
MAN :  NORMA & ATURAN
(MUCHDAR M. HUSAIN 2011)

Fungsi Sosialsos

                          KETRAMPILAN  PRAKTEK
                               PEKERJAAN SOSIAL

           Definisi kerja:
           Pekerjaan  Sosial  merupakan  pelayanan  pertolongan  profesional yang memiliki tugas pokok membantu orang ( mengatasi masalah agar dapat memenuhi  kebutuhan-kebutuhan dasarnya )  dengan jalan  memberikan kemungkinan untuk  dapat menjalankan fungsi sosialnya secara optimal,  agar ( menolong dirinya sendiri ) memenuhi kebutuhan – kebutuhan dasarnya   
  
           Hakekat manusia sebagai makhluk Sosial :
        1.   Manusia  adalah makhluk ciptaan Tuhan  dengan sebaik-baik kedjadian, yaitu jiwa dan raga yang sempurna yang memiliki potensi untuk dapat hidup, tumbuh, dan kembang sepanjang terpenuhi kebutuhan pokok hidupnya..
        2.   Disamping itu manusia ditetapkan Tuhan menjadi  halifah (wakil ) Tuhan yaitu untuk melaksanakan  tugas  mengantur dan mengolah bumi dan isinya, sebagai makhluk sosial, bersifat sosial , (berteman , bersaudara, berkelompok , bermasyarakat ), memiliki potensi untuk bekerja sama agar dapat memenuhi kebutuhannya  dan mengatasi masalahnya,  artinya melaksanakan fungsi  sosial agar dapat melaksanakan tugas – tugas kehidupan , mencari kebutuhan - kebutuhan pokoknya dan  mengatasi masalah masalah kehidupannya.

           Sebagai illustrasi bahwa : “ sejak bayi dilahirkan sudah diberikan Tuhan jiwa dan raga dengan potensi hidup, tumbuh, kembang jika terpenuhi kebutuhan, pokok seperti minum air susu ibunya , mempunyai kemampuan untuk berhubungan dengan ibunya,  bergerak mendekatkan mulutnya pada putimg susu ibunya kemudian menyedot air susu ibunya dengan sempurna.atau potensi melaksanakan  tugas- tugas kehidupan / fungsi sosialnya.
             Ada dua peristiwa  penting  yang dapat kita tangkap dari kejadian diatas  yaitu: pertama  manusia  ( bayi ) sudah  memiliki potensi  jiwa dan raga untuk  dapat hidup, tumbuh,  kembang , apabila kebutuhan pokoknya terpenuhi dengan baik. Yang kedua   potensi melaksanakan tugas kehidupan melaksanakan fungsi sosial , yaitu mencari dan  mengadakan hubungan  dengan orang lain ( ibunya ) , yang memiliki potensi penyedia kebutuhan pokok, dan kesediaan mengatasi masalah ( sistim sumber ).
           Situasi sosial , inter aksi sosial  diantara  orang-orang ( sistim Klien ) dengan orang –orang  ( sitim sumber :  informal , formal dan masyarakat  ) tersebut diataslah yang akan dijadikan sasaran praktek Pekerja Sosial. Agar supaya kedua potensi sistim (Klien dan Sumber )  menjadi aktual, dapat dimanfaatkan secara optimal  oleh Klien dengan jalan ditolong dan dibimbing oleh Pekerja Sosial..
           Fungsi  pertama .Pekerja Sosial  yaitu  pengungkapan dan pemahaman   masalah   ( menggelar kasus ) bersama  Klien dengan langkah pertama menimbulkan rasa kesadaran Klien akan  potensi dirinya, disamping  adanya potensi sistim sumber dilingkungan sekitar yag dapat memenuhi kebutuhan, dan mengatasi  masalah yang dideritanya .
            Pekerja Sosial melakukan asesment situasi sosial yaitu  penelaahan secara sistimatis terhadap jalinan net work situasi sosial dan  sistim-sistim sumber ( informal, formal dan masyarakat ) yang tersedia dilingkungan sosial ditempat dimana Klien mendapatkan status dan peranan sosialnya.
           Evaluasi  terhadap  assets,  sumber yang berharga milik Klien seperti kemampuan, ketrampilan, dukungan dari  orang-orang sekitar, kesempatan , dan akses yang dimiliki untuk mencapai sumber dan pelayanan.,  tuntutan sosial, hambatan dan kemudahan,  sistim hadiah, imbalan maupun sanksi, dapat di kembangkan .
           Kemudian Klien dibimbing  agar  dapat bertanggung jawab melaksanakan fungsi sosialnya sebaik – baiknya,  dengan prinsip intervensi Pekerja Sosial : “ menolong Klien agar dapat menolong dirinya sendiri  (self help). “ .
         
                 FUNGSI  SOSIAL  dan  MASALAH  SOSIAL.     
  
            A. PENGERTIAN  FUNGSI  SOSIAL.
     . Istilah fungsi sosil mengacu  pada  cara-cara bertiingkah laku  atau  melakukan tugas-tugas kehidupan dalam memenuhi kebutuhan hidup individu ,  orang  seorang maupun sebagai keluarga, kolektif, masyarakat., organisasi dsb. Pelaksanaan fungsi sosial dapat dievaluasi / dinilai apakah memenuhi kebutuhan dan membantu mencapai kesejahteraan bagi orang ybs, dan  bagi masyarakat, apakah normal dapat diterima  masyarakat sesuai dengan norma sosial. Untuk dapat berfungsi sosial secara baik ada tiga faktor penting yang saling berkaitan untuk  dilaksanakan  yaitu:
       1.  Faktor status sosial yaitu kedudukan seseorang dalam suatu kehidupan bersama ,
            dalam  keluarga, kelompok, organisasi  atau masyarakat  yaitu seseorang yang
            diberi kedudukan agar melakukan tugas - tugas yang  pokok sebagai suatu
            tanggung jawab atas kewajibannya ( kompetensi ). Misalnya seorang berstatus
            sebagai :  Ketua , Ayah,  Mahasiswa, Pegawai , dsb.   
.      2. Faktor role sosial yaitu  peranan  sosial, berupa kegiatan  tertentu yang dianggap
            penting  dan diharapkan harus dikerjakan  sebagai kosekwensi dari status
            sosialnya dalam  kehidupan  bersama (  keluaraga, kelompok, masyarakat ).
            Misalnya Ayah harus  berperan  sebagai pencari nafkah bagi keluarga, Ibu 
            berperan sebagai pengurus   rumah tangga dan mengasuh anak, Anak berperan
            sebagai pembantu mengurus  adik-adiknya yang kesekolah , dsb.  
            Penampilan  peranan sosial secara efektif menyangkut penyediaan  sumber dan
            pelakasanan tugas  sehingga individu dan atau kelompok, seperti keluarga ,
            mampu mempertahankan diri , tumbuh dan berkembang,  menyenangi dan
            menikmati kehidupan . Penampilan peran ini dinilai baik oleh orang yang
            bersangkutan  maupun dinilai normal oleh masyarakat dilingkungannya   
       3.  Faktor norma sosial yaitu hukum, peraturan , nilai-nilai masyarakat, adat istiadat,
            agama, yang menjadi patokan apakah status sosial sudah diperankan  sudah
            dilaksanakan sebagaiman mestinya , dengan normal, wajar, dapat diterima oleh  
            masyarakat , bermanfaat  bagi  orang  – orang dalam kehidupan bermasyarakat .
.                  Pekerja Sosial   dapat mengadakan evaluasi dan intervensi pelaksanaan fungsi
            yang dilakukan orang secara individu maupun sebagai kelompok.

       B.  PENGERTIAN  MASALAH   SOSIAL.
            Masalah sosial adalah kesulitan menjalankan tugas-tugas kehidupan , disfungsi sosial  yang dialami seorang atau sekelompok orang dan / atau kedua-dua nya                     
            Pembahasan masalah sosial berkait dengan  pelaksanaan tugas-tugas kehidupan  sejak umur bayi sampai  usia tua atau dari sejak pagi sampai malam dan sampai pagi lagi. dalam rangka  usaha manusia  memenuhi kebutuhan  dan memecahkan masalah untuk mencapai kehidupan yang bahagia dan sejahtera.
           Ketidak mampuan seseorang melaksanakan  tugas-tugas kehidupan dapat diakibatkan oleh karena :
          1.  Masalah dis - fungsi sosial  artinya  tidak  dapat melasanakan  fungsi sosial diakibatkan  oleh karena  tidak terpenuhinya kebutuhan pokok hidup dan /atau akibat  perilaku / peranan sosialnya  yang menyimpang , tidak normal , dari status sosial dan norma / nilai sosial kemasyarkatan, merasa tertekan,, ketegangan, kebahagiaan terganggu,, tingkah laku yang dianggap membahayaka, abnormal, patologik. Misalnya: mencuri, kenakalan, keterasingan    
           2.  Masalah dis - organisasi sosial  artinya  organisasi ,  kelompok atau masyarakat   sebagai sistim sumber tidak dapat memenuhi kebutuhan anggotanya , dan atau tidak mampu memecahkan masalah anggotanya.. 

    
.           Kegiatan Pekerja Sosial selengkapnya seperti urutan  1- 8  tersebut dibawah ini,     
            ketrampilan Praktek Pekerjaan Sosil secara profesional , sebagai berikut :
                                                                            
            I . PENGUNGKAPAN  DAN  PEMAHAMAN MASALAH.
           II.. PENGUMPULAN  DATA
          III.  PENCIPTAAN KONTAK  PEDAHULUAN
          IV.  PEMBICARAAN KONTRAK.
          V.   PEMBENTUKAN SISTIM KEGIATAN.
         VI    PEMANTAPAN DAN  KORDINASI  SITIM  KEGIATAN
         VII   PEMBERIAN   PENGARUH
        VIII   TRMINASI  USAHA  PERUBAHAN

                 Praktek  I  : PENGUNGKAPAN dan PEMAHAMAN  MASALAH
.          
         A.  Hakekat Pengumkapan dan Pemahaman Masalah (Assesment masalah )

Fungsi Sosial


                          KETRAMPILAN  PRAKTEK
                               PEKERJAAN SOSIAL

           Definisi kerja:
           Pekerjaan  Sosial  merupakan  pelayanan  pertolongan  profesional yang memiliki tugas pokok membantu orang ( mengatasi masalah agar dapat memenuhi  kebutuhan-kebutuhan dasarnya )  dengan jalan  memberikan kemungkinan untuk  dapat menjalankan fungsi sosialnya secara optimal,  agar ( menolong dirinya sendiri ) memenuhi kebutuhan – kebutuhan dasarnya   
  
           Hakekat manusia sebagai makhluk Sosial :
        1.   Manusia  adalah makhluk ciptaan Tuhan  dengan sebaik-baik kedjadian, yaitu jiwa dan raga yang sempurna yang memiliki potensi untuk dapat hidup, tumbuh, dan kembang sepanjang terpenuhi kebutuhan pokok hidupnya..
        2.   Disamping itu manusia ditetapkan Tuhan menjadi  halifah (wakil ) Tuhan yaitu untuk melaksanakan  tugas  mengantur dan mengolah bumi dan isinya, sebagai makhluk sosial, bersifat sosial , (berteman , bersaudara, berkelompok , bermasyarakat ), memiliki potensi untuk bekerja sama agar dapat memenuhi kebutuhannya  dan mengatasi masalahnya,  artinya melaksanakan fungsi  sosial agar dapat melaksanakan tugas – tugas kehidupan , mencari kebutuhan - kebutuhan pokoknya dan  mengatasi masalah masalah kehidupannya.

           Sebagai illustrasi bahwa : “ sejak bayi dilahirkan sudah diberikan Tuhan jiwa dan raga dengan potensi hidup, tumbuh, kembang jika terpenuhi kebutuhan, pokok seperti minum air susu ibunya , mempunyai kemampuan untuk berhubungan dengan ibunya,  bergerak mendekatkan mulutnya pada putimg susu ibunya kemudian menyedot air susu ibunya dengan sempurna.atau potensi melaksanakan  tugas- tugas kehidupan / fungsi sosialnya.
             Ada dua peristiwa  penting  yang dapat kita tangkap dari kejadian diatas  yaitu: pertama  manusia  ( bayi ) sudah  memiliki potensi  jiwa dan raga untuk  dapat hidup, tumbuh,  kembang , apabila kebutuhan pokoknya terpenuhi dengan baik. Yang kedua   potensi melaksanakan tugas kehidupan melaksanakan fungsi sosial , yaitu mencari dan  mengadakan hubungan  dengan orang lain ( ibunya ) , yang memiliki potensi penyedia kebutuhan pokok, dan kesediaan mengatasi masalah ( sistim sumber ).
           Situasi sosial , inter aksi sosial  diantara  orang-orang ( sistim Klien ) dengan orang –orang  ( sitim sumber :  informal , formal dan masyarakat  ) tersebut diataslah yang akan dijadikan sasaran praktek Pekerja Sosial. Agar supaya kedua potensi sistim (Klien dan Sumber )  menjadi aktual, dapat dimanfaatkan secara optimal  oleh Klien dengan jalan ditolong dan dibimbing oleh Pekerja Sosial..
           Fungsi  pertama .Pekerja Sosial  yaitu  pengungkapan dan pemahaman   masalah   ( menggelar kasus ) bersama  Klien dengan langkah pertama menimbulkan rasa kesadaran Klien akan  potensi dirinya, disamping  adanya potensi sistim sumber dilingkungan sekitar yag dapat memenuhi kebutuhan, dan mengatasi  masalah yang dideritanya .
            Pekerja Sosial melakukan asesment situasi sosial yaitu  penelaahan secara sistimatis terhadap jalinan net work situasi sosial dan  sistim-sistim sumber ( informal, formal dan masyarakat ) yang tersedia dilingkungan sosial ditempat dimana Klien mendapatkan status dan peranan sosialnya.
           Evaluasi  terhadap  assets,  sumber yang berharga milik Klien seperti kemampuan, ketrampilan, dukungan dari  orang-orang sekitar, kesempatan , dan akses yang dimiliki untuk mencapai sumber dan pelayanan.,  tuntutan sosial, hambatan dan kemudahan,  sistim hadiah, imbalan maupun sanksi, dapat di kembangkan .
           Kemudian Klien dibimbing  agar  dapat bertanggung jawab melaksanakan fungsi sosialnya sebaik – baiknya,  dengan prinsip intervensi Pekerja Sosial : “ menolong Klien agar dapat menolong dirinya sendiri  (self help). “ .
         
                 FUNGSI  SOSIAL  dan  MASALAH  SOSIAL.     
  
            A. PENGERTIAN  FUNGSI  SOSIAL.
     . Istilah fungsi sosil mengacu  pada  cara-cara bertiingkah laku  atau  melakukan tugas-tugas kehidupan dalam memenuhi kebutuhan hidup individu ,  orang  seorang maupun sebagai keluarga, kolektif, masyarakat., organisasi dsb. Pelaksanaan fungsi sosial dapat dievaluasi / dinilai apakah memenuhi kebutuhan dan membantu mencapai kesejahteraan bagi orang ybs, dan  bagi masyarakat, apakah normal dapat diterima  masyarakat sesuai dengan norma sosial. Untuk dapat berfungsi sosial secara baik ada tiga faktor penting yang saling berkaitan untuk  dilaksanakan  yaitu:
       1.  Faktor status sosial yaitu kedudukan seseorang dalam suatu kehidupan bersama ,
            dalam  keluarga, kelompok, organisasi  atau masyarakat  yaitu seseorang yang
            diberi kedudukan agar melakukan tugas - tugas yang  pokok sebagai suatu
            tanggung jawab atas kewajibannya ( kompetensi ). Misalnya seorang berstatus
            sebagai :  Ketua , Ayah,  Mahasiswa, Pegawai , dsb.   
.      2. Faktor role sosial yaitu  peranan  sosial, berupa kegiatan  tertentu yang dianggap
            penting  dan diharapkan harus dikerjakan  sebagai kosekwensi dari status
            sosialnya dalam  kehidupan  bersama (  keluaraga, kelompok, masyarakat ).
            Misalnya Ayah harus  berperan  sebagai pencari nafkah bagi keluarga, Ibu 
            berperan sebagai pengurus   rumah tangga dan mengasuh anak, Anak berperan
            sebagai pembantu mengurus  adik-adiknya yang kesekolah , dsb.  
            Penampilan  peranan sosial secara efektif menyangkut penyediaan  sumber dan
            pelakasanan tugas  sehingga individu dan atau kelompok, seperti keluarga ,
            mampu mempertahankan diri , tumbuh dan berkembang,  menyenangi dan
            menikmati kehidupan . Penampilan peran ini dinilai baik oleh orang yang
            bersangkutan  maupun dinilai normal oleh masyarakat dilingkungannya   
       3.  Faktor norma sosial yaitu hukum, peraturan , nilai-nilai masyarakat, adat istiadat,
            agama, yang menjadi patokan apakah status sosial sudah diperankan  sudah
            dilaksanakan sebagaiman mestinya , dengan normal, wajar, dapat diterima oleh  
            masyarakat , bermanfaat  bagi  orang  – orang dalam kehidupan bermasyarakat .
.                  Pekerja Sosial   dapat mengadakan evaluasi dan intervensi pelaksanaan fungsi
            yang dilakukan orang secara individu maupun sebagai kelompok.

       B.  PENGERTIAN  MASALAH   SOSIAL.
            Masalah sosial adalah kesulitan menjalankan tugas-tugas kehidupan , disfungsi sosial  yang dialami seorang atau sekelompok orang dan / atau kedua-dua nya                     
            Pembahasan masalah sosial berkait dengan  pelaksanaan tugas-tugas kehidupan  sejak umur bayi sampai  usia tua atau dari sejak pagi sampai malam dan sampai pagi lagi. dalam rangka  usaha manusia  memenuhi kebutuhan  dan memecahkan masalah untuk mencapai kehidupan yang bahagia dan sejahtera.
           Ketidak mampuan seseorang melaksanakan  tugas-tugas kehidupan dapat diakibatkan oleh karena :
          1.  Masalah dis - fungsi sosial  artinya  tidak  dapat melasanakan  fungsi sosial diakibatkan  oleh karena  tidak terpenuhinya kebutuhan pokok hidup dan /atau akibat  perilaku / peranan sosialnya  yang menyimpang , tidak normal , dari status sosial dan norma / nilai sosial kemasyarkatan, merasa tertekan,, ketegangan, kebahagiaan terganggu,, tingkah laku yang dianggap membahayaka, abnormal, patologik. Misalnya: mencuri, kenakalan, keterasingan    
           2.  Masalah dis - organisasi sosial  artinya  organisasi ,  kelompok atau masyarakat   sebagai sistim sumber tidak dapat memenuhi kebutuhan anggotanya , dan atau tidak mampu memecahkan masalah anggotanya.. 

    
.           Kegiatan Pekerja Sosial selengkapnya seperti urutan  1- 8  tersebut dibawah ini,     
            ketrampilan Praktek Pekerjaan Sosil secara profesional , sebagai berikut :
                                                                            
            I . PENGUNGKAPAN  DAN  PEMAHAMAN MASALAH.
           II.. PENGUMPULAN  DATA
          III.  PENCIPTAAN KONTAK  PEDAHULUAN
          IV.  PEMBICARAAN KONTRAK.
          V.   PEMBENTUKAN SISTIM KEGIATAN.
         VI    PEMANTAPAN DAN  KORDINASI  SITIM  KEGIATAN
         VII   PEMBERIAN   PENGARUH
        VIII   TRMINASI  USAHA  PERUBAHAN

                 Praktek  I  : PENGUNGKAPAN dan PEMAHAMAN  MASALAH
.          
         A.  Hakekat Pengumkapan dan Pemahaman Masalah (Assesment masalah )

Kamis, 29 Desember 2011

fungsi sosial

   ( 3 ) PEKERJAAN   SOSIAL          .

         I. MANUSIA MAKHLUK SOSIAL
 Kata sosial berasal  dari kata socius yang berarti teman. Sedangkan sosial adalah kata keterangan yang berarti bersifat suka berteman, bekerja sama yang saling menguntungkan, hidup bermasyarakat
             Manusia adalah sebaik-baiknya makhluk yang diciptakan Tuhan, dan bersifat sosial (makhluk sosial) ditetapkan Tuhan sebagai halifah-Nya (wakil Tuhan)  di bumi.
       A. Konep Manusia
        Manusia  terdiri dari satu kesatuan sistim yang utuh dan terbuka ( open system) yang terdiri dari unsur-unsur bio, psiko dan sosial  yang membentuk satu kesatuan yang untuh, saling terkait dalam keberadaannya.sebagai manusia seutuhnya. Dan masing- unsur itu dapat dipelajari, untuk diketahui /dipelajari apa kebutuhan dasar manusia agarr dapat hidup .
      1.   Bio yaitu tubuh dan lingkungannya yang terdiri dari:
a  Organ-organ tubuh dengan berbagai fungsinya, misalnya tangan, kaki
     untuk berjalan dan bekerja, pancaindera, mata untuk melihat, telinga
     untuk mendengar, otak untuk berpikir dsb.
b   Lingkungan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan hidupnya , berupa
     sumber daya manusia, sumber daya alam, misalnya iklim, geografis,
     kependudukan, tanah, air, laut,  hutan, dsb.
c.       Keharusan  untuk  tunduk pada  hukum alam, manusia tidak bisa menolak untuk dilahirkan, tumbuh kembang, dewasa, tua , mati, dsb.
2   Psiko (jiwa).
a. Sikap perilaku manusia yang berbeda - beda dalam memenuhi
    kebutuhan  pisik, mental dan   sosial ( id ).
    b. Diperintah oleh egonya {akunya}
    c.  Dipengaruhi oleh kata hati (super ego) yang bertindak sebagai
         pengendali egonya, sehingga tindakannya berada dibawah kontrol.
    d.   Mempunyai daya pikir.
3.  Sosial.
     a.  Manusia adalah makhluk sosial yaitu makhluk yang sifatnya
          suka berteman,  berkelomok , berkeluarga , bermasyarakat bekerja sama  dalam berusaha  memenuhi  kebutuhan pokok hidupnya (pisik, mental dam sosial)  agar bisa hidup, tumbuh  dan berkembang secara baik.. 
                    b. Masyarakat sebagai lingkungan hidup manusia diharapkan  dapat
                        berfungsi sosial , menyiapkan sumber  (alamiah, formal dan
                        informal) agar dapat  memenuhi kebutuhan  hidup warganya.
                    c. Tingkah laku yang ditampilkan dapat menimbulkan masalah, dan
                        dapat  diatasinya sendiri atau ditolong orang lain.

         B.  Kebutuhan dasar manusia menurut tingkat prioritasnya ( A Maslow).
      1.  Kebutuhan yang paling pokok adalah:
    .        a.  Zat asam (O2).
             b.  Air (H2O)
             c   Makanan yang cukup gizi
             d   Perlindungan fisik, tempat tinggal , sandang
             e   Kebutuhan sex untuk  mempertahankan existensinya, melanjutkan
                  keturunan.
2.  Rasa  aman  
       a.  Bebas menentukan jalan hidup sesuai dengan potensi yang ada pada
             diri.
       b.  Bebas mengeluarkan pendapat tanpa adanya tekanan dari orang lain
            dan  yang  sesuai dengan  norma yang berlaku
3.  Kasih sayang.
         Saling mencintai sesama manusia sesuai dengan kepercayaan masing-
         masing.
4.      Harga diri..
      Setiap manusia ingin dihargai. Pelanggaran atas harga diri sesorang dapat  
      menimmulkan reaksi nagatif, sehingga dapat mengunndang  timbulnya
      masalah-masalah..
5   Aktualisasi diri..
      Bila empat kebutuhan tersebut diatas sudah terpenuhi maka akan timbull
      kebutuhan yang lebih tinggi yaitu, untuk mendapatkan penghargaan dan
      manusia tidak penah puas dengan apa yang telah dimiliki.

    C.  Konsep Manusia sebagai Makhluk Sosial
                 Manusia adalah makhluk sosial yang sifatnya harus hidup bersama
         dalam  masyarakat, membutuhkan bantuan orang lain sejak lahir sampai
         mati  Tidak mungkin dapat hidup sendiri  untuk memenuhi  kebutuhan –
         kebutuhan hidupnyanya. Maka dia harus  berada dalam masyarakat
         hidup bersama yang saling  menguntungkan.. Oleh karena itu menusia harus
         menyadari peranan masyarakat yang telah membantunya, secara langsung
         ataupun  tidak langsung yang menyediakan  sumber-sumber kebutuhan
         hidupnya. karena  tidak dapat memenuhi semua kebutuhan hidupnya sendiri.
         Pada hakekatnya setiap kebutuhan manusia pasti atas hasil karya orang lain. Sebagai gambaran manusia tidak dapat hidup sendiri berikut contoh kalau kita membutuhkan selembar baju saja maka untuk terciptanya selembar baju itu sudah berperan banyak sekali orang. Yaitu mulai menanam kapas oleh petani, ditenun menjadi sehelai kain  dengan mesin pemintal benang, atau mesin jahit dibuat dari besi yang ditrambang dari dalam tanah, diprlukan alat pengangkutan untuk mengangkut dsb. Bisa dibayangkan banyak sekali orang yang bekerja mulai dari petani sampai kita membeli ditoko / dapat memakai baju satu lembar . Hal kerja sama inilah yang mendasari hakekat manusia itu tidak dapat hidup sendiri.
         Atas dasar kesadaran bahwa untuk memenuhi kebutuhan perlu kerja sama yang saling menguntungkan, maka sebagai anggota masyarakat perlu ditumbuhkan rasa tanggung  kita semua agar dapat menjaga kehidupan bersama dalam masyarakat, agar hidup saling menguntungkan, bersahabat, berkawan, aman , tenteram dan damai. Sebagai wujud terima kasih kita pada  sesama manusia  dalam masyarakat itu maka wajiblah manusia menjaga keberlangsungan kehidupan  yang  bersifat sosial itu. Sesuai dengan fitrahnya sebagai makhluk sosial.
        Kerja sama yang saling menguntungkan itu adalah wujud tingkah laku manusia yang dapat melaksanakan fungsi sosialnya.

         II . KONSEP FUNGSI SOSIAL.
        Manusia dalam kehidupannya harus melakukukan fungsi sosialnya yaitu kewajiban untuk dapat menampilkan peranan sosial sesuai dengan status sosial dan norma sosialnya,  agar supaya  memudahkannya menadapatkan kebutuhan-kebutuhan pokok hidupnya (phisik, mental / spiritual dan sosial) . Untuk dapat dilaksanakan Fungsi Sosial tersebut ada tiga faktor yang ada dan saling berkaitan yaitu:
        a. Status sosial adalah kedudukan sesorang dalan masyarakat, misalnya sebagai ketua, anggota organisasi, guru, ayah, ibu, anak, kepala, camat dsb..
         b. Peranan sosial adalah kewajiban yang harus diakukan sesuai dengan sratus sosialnya, misalnya Ketua harus memimpin , mengambil keputusan , untuk mengkoordinasikan kegiatan, Status Ibu berperan sebagai pengurus  rumah tangga, mengasuh anak dll. Perananan sebagai guru, harus mengajar untk mencerdaskan murid, membinbing murid agar senang belsjar dsb.
        c . Norma sosial, adalah peraturan, hukum, adat kebisaan dsb.yang wajib ditaati oleh semua warga, misalnya Peraturan kedisplinan, kewajiban  masuk kerja jam 8,  melakukan Kewajiban, anggota  memiliki kartu keanggotaan, tidak boleh berjudi, dilarang berzina dsb. Pencuri dihukum penjara,      
         Apabila ketiga faktor tersebut diatas dapat ditampilkan  secara serasih maka fungsi sosial dapat dilaksanakan dengan baik tetapi kalau sebaliknya tidak terjadi tampilan ketiga faktor itu tidak  serasi  / tidak benar, disebut  tidak  dapat terlaksana fungsi sosial maka terjadi masalah  sosial (dis-fungsi sosial / dis-organisasi sosial) .

III. Konsep Masalah sosial, ( disfungsi sosial / dis-oraganisasi sosial ).
          Timbulnya masalah sosial apabila terjadi disfungsi sosial, tidak dapat bertugas sebagai manusia sosial, artinya  adanya penyimpangan perilaku, kekurangan  dalam pelaksanakan peranan,  status atau  melanggar norma masyarakat. Dan kalau terjadi penyimpangan prilaku  fungsi sosilnya dalam   kelomok/ comunitas / organisasi disebut dis organisasi sosial.
a.       Masalah pada Status Sosial / kedudukan  sosialnya, penampilannya    kedudukannya tidak sesuai dengan apa yang seharusnya, misalnya status sebagai Ayah  tidak dapat berprilaku sebagai sorang Ayah, yang seharusnya menjadi panutan dari anak-anaknya, tapi kerjanya hanya marah-marah saja, atau  tidak membimbing / memberi teladan yang baik bagi anggota keluarga. misalnya suka berjudi , sering bertengkar, dsb.
      Seorang berstatus sebagai siswa,  tidak rajin belajar , suka membolos,
      tawuran sesama pelajar, kenakalan remaja dsb. 
b.      Masalah pada Peranan Sosial, tidak mampu atau tidak mau melakukan peranannya misalnya, karena kelainan/penympangan sikap prilaku, akibat kecacatan pisik dan mental  adanya sifat yang a sosial, non sosial atau anti sosial
c.       Masalah ketaatan pada norma , aturan, hukum , akibat pengaruh perkembang zaman ,  atau pengaruh dari luar yang  merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat , mengganggu ketentraman hidup dsb. Sehingga terjadi pelanggaran hukum, adat kebiasaan, HAM  dsb. Kalau tidak dapat segera diatasi, akant terjadi krisis kepercayaan, atau krisis kepemimpinan, revolusi  dsb. .
           d.    Lingkungan sosial yang tidak kondusif, tidak sejahtera, akibat adanya
                  bencana alam, kekacauan, terjadi, anarchis akibat perbedaan pendapat,
                  idelogi, politik, antara warga saling bermusuhan, bersaing yang tidak
                  sehat seperti waktu  kempanye  pemilu, pemilukada, sehingga sistim
                  sumbar (alamiah, formal an informal)  yang diperlukan oleh masyarakat
                  tidak ada atau rusak, tidak  cukup  tersedia dsb.

           IV. Konsep pemecahan masalah sosial.
. Apabila terjadi masalah sosial ( dis-fiungsi / dis-organisasi sosial ) maka tidak dapat tercapat tujuan kesejahteraan sosial,  pasti ada sesuatu yang tidak beres. Apakah masalah pada faktor individu  manusia itu sendiri atau masalah pada faktor lingkungan sosialnya yang tidak beres, atau keduaa-duanya.. Oleh sebab itu perlu dilakukan identifikasi ,  pengenalan dan pemahaman  masalah  yang perlu mendapat diagnosa , kajian analisa  pada. situasi sosial yang membentuk masalah.  Selanjutnya  diadakan  diusahakan agar dapat diadakan perubahan yang berenacana ( intervensi ) untk mencapai kehidupan sosial yang sejahtera  (Kesejahtaraan sosial)
           
            V  Pekerjaan Sosial sebagai Profesi
                         Uraian terdiri dari ;
:Pekerjaan sosial sebagai kegiatan kemasyarakat yang sudah lazim.
1.      Ilmu pekerjaan sosial.
2.      Falsafat pekerjaan sosial.
3.      Perkembangan pekerjaan sosial.
4.      Peraktek pekerjaan sosial.
a.       Metode pekerjaan sosial.
b.      Tehnik pekerjaan sosial
c.       Tujuan / target yang ingin dicapai Pekerjaan Sosial.
d.      Tanggung jawab pelaksana Pekerjaan Sosial.
Organisai dan kode etik Pekerja Sosial.   

          PEKERJAAN SOSIAL   ( 1 )
 
   Pekerjaan sosial  pada hekekatnya adalah  pekerjaan kemanusiaan,  merupakan perwujudan sifat dasarmanusia sebagai makhluk sosial.

                    Konsep fungsi sosial.
          Manusia sebagai makhluk sosial yang sejatinya suka berteman, bersahabat,  hidup bersama, berkumpul  dan bermasyarakat   Manusia tidak dapat hidup sendirian karena tidak dapat memenuhi sendiri kebutuhan - kebutuhan hidupnya. Oleh sebab itu  untuk  dapat hidup dan mempertahankan hidupnya manusia harus hidup bersama dalam masyarakat dan harus melaksanakan fungsi sosialnya. Melaksanakan fungsi sosial artinya menerjakan tugas-tugas kehidupan didalam kehidupan bersama.
Kebutuhan pokok hidupnya manusia berupa kebutuhan pisik, mental, sosial. Manusia tidak dapat hidup sendiri, pasti memelukan orang lain Artinya bahwa manusia baru bisa hidup dan memenuhi  melaksanakan tugas-tugas kehidupanya sesuai dengan penanan sosiialnya (social role) melasanakan fungsi sosial. Namun demikian kita meyakini bahwa sejak lahir manusia itu sudak memelukan bantuan orang lain agar dapat hidup. Sudah tentu fungsi sosial ini telah dilaksanakan manusia sesuai dengan kebiasaan yang sudah turun temurun sesuai dengan norma yang berlaku.
          Konsep fungsi sosial.
          Fungsi sosial adalah tugas kehidupan bermasyarakat, bekerja sama saling menguntungkan untuk memenuhi kebutuhan dan mempertahankan hidupnya. Untuk memahami konsep fungsi sosial, ada lima aspek ysng saling berkaitan yaitu, status, peranan, norma, kesejahteraan dan situasi sosial .
        Artinya melaksanakan fungsi sosil berarti melaksanakan tugas dan kewajiban (peranan) sosial sesuai dengan kedudukan (status) dan peraturan dan hukum (norma) sosial yang berlaku dalam lingkungan (situasi) sosialnya untuk mencapai kehidupan sosial yang sejahtera (kesejahteraan sosial).
        Aspek dari pada fungsi sosial terdiri dari: Status, peranan, norma, situasi  dan kesejahteraan sosial,  dapat dijelaskan sbb:    
1.      Status ( kedudukan )  sosial seseorang dalam kehidupannya dalam masyarakat (komunitas). Misalnya dalam masyarakat  terkecil ( keluarga ) setiap orang memiliki status /  kedudukan sosial, sebagai Ayah, Ibu, Anak dsb. Kedudukan ini mengandung  kekuasaaan, hak, kewajiban, peranan, dll. Status sebagai Ketua menjadi koordinator kegiatan, pengawas pelaksanaan tugas anggota, mengetasi masalah dengan pihak luar dsb.
2.      Peranan (role) sosial artinya tugas –tugas yang harus dilaksanakan sesuai dengan status, misalnya Ayah bertugas sebagai pencari nafkah sebagai kepala rt, pengambil keputusan. Tugas Ibu mengurus rt, mengasuh anakdll, tugas anak adalah bersekolah, membantu ibu bekerja didapur, tugas anggota organisasi agar membayar iuran bulanan, Warga desa  membantu kerja gotong royong perbaikan rumah sesama warga, menjaga kebersihan kampung  dsb.
3.      Norma sosial, artinya ketentuan, peraturan tertulis atau tidak tertulis, yang menuntun dan membatasi pelaksanaann status dan peranan sosial, misalnya aturan sopan santun dalam kehidupan keluarga, yang boleh atau tidak boleh dilakukan misalnya dalam mencari nafkah Ayah harus memegang teguh norma hukum atau peraturan ditempat kerja, ayah bemberikan contoh akhlak yang baik dan semestinya bagi anggota keluarga, dsb. Norma agama bagi pemeluknya, norma hukum negara bagi warga negaranya dsb.
4.      “Kesejahteraan sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan materil,  spiritual , dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri , sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya.”  ( UU No, 11/09 )
      Atau : Menurut UU No 6/ 74 , “Kesejateraan Sosial adalah suatu tata
       kehidupan dan penghidupan sosial (bersama) yang diliputi rasa aman,tentram,
       adil dan sejahtera lahir maupun bathin sehingga  memungkinkan bagi setiap
       orang/ anggota masyarakat dapat memenuhi  kebutuhan hidup yang sebak
       -baiknya  bagi diri, keluarga, masyarakat dan  lingkungan sosialnya”.
5.      Situasi sosial tercermin pada kondisi hubungan orang- orang di lingkungan sosial, yang telah bersepakat membentuk sebuah komunitas,masyarakat, organisasi, kelompok, keluarga dsb sesuai dengan status, peranan dan segala norma, peraturan dan sumber-sumber kehidupan (manusia dan alam).
            Hehidupan manusia dalam masyarakat yang dapat melaksanakan tugas dan fungsi  yang dilandasi dengan status, role dan norma  dalam situasi sosial yang baik dan sejahtera maka akan menimnbulkan kehidupan masyarakat yang aman tentram  dan bahagia. Berarti manusia  dalam masyarakatnya dapat melaksanakan fungsi sosial serta dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia (pisik, mental dan sosial)
   Sebaliknya apabila unsur yamg diperlukan dalam mencapai kesejahteraan sosial itu kurang/tidak berfungsi sosial sebagaimana mestinya (disfuncsi sosial}yaitu terjadi  penyimpangan tingkah laku dan tidak harmonis kehidupan / hubungan sosial (disorganisasi sosial) maka akan timbul suasana tidak sejahtera  disebut adanya terjadi masalah sosial.

           Konsep masalah sosial (dis-fungsi sosial / dis-fungsi organisasi )..
            Ada  lima faktor yang menyebabkan  terjadinya masalah sosial :
1        Tidak jelas atau tidak adanya status dan tidak mampu meperanan sosial yang dapat menjadfi status yang diamanatkan padanya, misanya  dalam masyarakat itu. tidak jelas siapa yang menjadi pipinan atau, tidak dapat melaksanakan kepemimpinan , lemah atau terlalu dominat berrsifat diktator sehingga timbul rasa tidak pecaya, tidak puas  pada pimpinan. Kehidupan    mejadi kacau..
               2.   Tidak dapat berperanan sesuai dengan statusnya. Misalnya warga masyakat   tidak  sehat, cacat pisik atau mental, saling bermusuhan satu dengan yang lain atau melanggar norma kehidupan bermasyarakat. kalau menusia tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya maka akan timbul masalahah sosial (dis fungsi sosial) Artinya manusia yang tidak dapat melasanakan fungsi sosialnya, tidak dapat atau tidak sanggup melaksanakan tugas-tugas dan peranannya dalam kehidupan bersama akibat dari berbagai sebab. Permasalahan atau tidak berfungsi sosial akan  mengganggu manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya (fisik, mental dan sosial ).
                3   Manusia  yang hidup dalam masyarakat, tidak memegang teguh norma sosial yang ada dalam masyarakat sehingga masyarakat bertindak semau gua saja dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan mepertahankan kehidupannya memerlukan  “bantuan” kerjasama dengan  orang lain.
                4.  Situasi sosial ,yang tidak kondusif  artinya hubungan horisontal interaksi sosial tidak serasi , individu –individu dalam masyarakat tidak saling menghargai satu dengan lainnya , misalnya akibat adanya pemilukada sesama anggota masyakat hidup dalam suasana bersaing bahkan sampai saling  bermusuhan. Timbul kekacauan , pekelahian , tawuran masaal,
                     antara kambung, suku , perbedaan aliran kepercayaan, politik dll .dalam  mayarakat .                   
               5.   Kesejahteraan sosial dinilai tidak dapat berkembang karena sumber-sumber dalam masyarakat itu tidak tersedia dengan memadai, atau kerjasama simbiose mutualistis tidak terjadi. Misalnya ada benacana alam, tawuran masa, penyakit mewabah dilingkungan masyarakt dasb.
            
           Konsep  kesejahteraan  sosial.
          
           Kesejahteraan sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan materil , spiritual dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya. ( UU No 11/2009 )

          Konsep Pekerjaan sosial.
           1. Pekerjaan Sosial Profesional adalah seseorang yang bekerja , baik di lembaga pemerintah maupun swasta yang memiliki kompetensi dan profesi peekerjaan sosial , dan kepedulian dalam pekerjaan  sosial yang diperoleh melalui pendidikan, pelatihan , dan /atau pengelaman praktek pekerjaan sosial untuk melaksanakan  tugas-tugas pelayanan dan penanganan masalah sosial   ( UU No 11/ 2009 )
            2. Pekerjaan Sosial adalah semua pengetahuan dan kterampilan teknis yang dijadikan wahana bagi pelaksanaan  usaha kesejahteraan sosial .   (UU No 6 Thn 1974)
            3. Pekerja Sosial adalah PNS  yang diberi tugas melaksanakan kegiatan usaha kesejahteraan sosial secara penuh oleh pejabat  yang berwenang. pada
                     lingkup Dparetmen Sosial unit pelayanan kesejahteraan sosial pada  instansi lainnya. Dengan dan Tugas pokok Pekerja Sosial adalah ( Kepts Menpan No. 45.MENPAN Thn 1988)
          1. Pelayanan kesejahteraan sosial, yang meliputi kegiatan:
  a.. Melaksanakan penerimaan calon Klien.
 (1.) Melaksanakan kontak pendahuluan, orientasi, penjajagan penyandang
       masalah atau identifikasi masalah.
(2,) Mengadakan pendekatan, motivasi serta seleksi calon Klien atau
       menyusun/menjelaskan isi kontrak pelayanan.
(3 ). Menentukan dan mempersiapkan jenis dan sistim pelayanann bagi
       calon klien  di unit lembaga .serta lingkungannya.

(4) Mempesiapkan dan melaksanakan rujukan (referal) bagi klien yang
      tidak dapat dilayani dan merima rujukan dari sumber pelayanan lain.
(5).Melaksanakan monitoring, supervisi , evaliasi dan pelaporan setiap
      kegiatan.
b.  Melaksanakan pelayanan bagi Klien
(1) Membuat penelaahan masalah dan pengungkapan maslah serta motivasi
      terhadap klien.
  (2). Melaksanakan bimbingan fisik, mental, dan sosial dan ketrampilan.
c. Melaksanakan resosialisasi.
    (1). Melaksanakan bimbingan  kesiapan dan peran serta masyarakat,
          bimbingan  sosial hidup bermasyarakat.
    (2). Mempersiapkan dan melaksanakan bentuan sosia / sarana kerja
          kepada klien. Yang akan disalurkan kelingkungan sosial.
     (3). Melaksanakan bimbingan, pembinaan / pengembangan bantuan
           stimulan, pengolahan usaha/kerja.
d. Melaksanakan pembinaan lanjut.
 (1). Melasanakan pendekatan, penyuluhan, bimbingan dan bantuan
        pengembangan.
  ( 2) Mempersiapkan dan melaksanakan terminasi.

2. Pembinaan dan pengembangan  Kesejahteraan Sosial:
a. Menentukan potensi, sumber kebutuhan dan permasalahan lembaga / unit
    kesejahteran sosial.
(1). Mengumpulkan data sekunder, melakukan pendekatan, penajajakan
     awal dan konsultasi penentuan lokasi.
(2). Menganalisa data dan menyususun rencana kerja secara kompehensif
       terhadap lokasi /lembaga kesos.
(b) Melaksanakan pembinaan terhadap Lembaga Kesos, dalam lingkungan
      /wilayah tertentu.
(1). Mempersiapkan data dan melakukan penyuluhan sosial terhadap: Klien
      dan lingkungan sosialnya serta lembaga sasaran dan masyarakat
       lingkungannya.
(2). Mempersiapkan dan melakukan bimbingan sosial / ketrampilan
       terhadap Klien, lingkungan sosialnnya dan lembaga sasaran dan
       masyarakat lingkungannya.
(3). Mempersiapkan dan melaksanakan bantuan stimulan / sarana kerja
       serta cara pemanfaatannya.
(4). Memonitor, supervisi, mengevaluasi dan membuat analisa
       perkembangan setiap pelaksanaan kegiatan serta menyusun laporan.
c.  Melaksanakan bimbingan dan pengembangan lanjut.
(1) Menyusun rencana kerja pembinaan lanjut, mempersiapkan dan
      melaksanakan bimbingan bantuan.



III   Hakekat Praktek Pekerjaan Sosial.
       Definisi;
        Pekejaan Sosial merupakan suatu bidang keahlian yang mempunyai tanggung jawab untuk memperbaiki dan atau mengembangkan interaksi  diantara orang dengan lingkungan sosialnya (melaksanakan fungsi sosialnya) sehingga orang memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya ( pisik , mental / spritual dan sosial ) dan dengan:
 .
       1   Menyelesaikan tugas-tugas  kehidupan mereka
       2.. Mengatasi kesulitan-kesulitan mereka,
       3.  Mewujudkan aspirasi-aspirasi  dan nilai mereka
      
 A.  Situasi Sosial dan Sistim sumber..
             Inti sasaran atau fokus praktek Pekerjaan Sosial adalah pelaksanaan fungsi sosial mereka atau interaksi antara orang dengan sistim sumber dilingkungan sosial mereka.untuk memperoleh kebutuhan mereka (pisik, mental / spritual dan sosial ) dan mewujudkan aspirasi mereka..
             Orang dapat memperoleh kebutuhannya dari tiga jenis sumber yaitu:
1. Sistim sumber alamiah atau informal seperti  dari kelurga , kerabat , rekan ,   tetangga.
 2. Sitim sumber  formal adalah keanggataan dalam sebuah organisasi tertentu, contoh serikat buruh, organisasi profesional, Perkumpulan Petani .
 3. Sistim sumber Kemasyarakatan atau dari lembaga yang didirikan Pemerintah atau swasta ,misalnya Sekolah , Puskesmas, pegadaian , yayasan sosial, LBH. Dines / instansi pemerintah, dll.
     B. Tujuan Pekerjaan Sosial.
1. Meningkatkan kemampuan (potansi ) orang melaksanakan tugas-tugas kehidupan dan memecahkan masalah yang dihadapinya.
2. Mengkaitkan  orang dengan sistim sumber yang menyediakan kenbutuhannya.
3.  Meningkatkan kemapuan (potensi ) sistim sumber.
4. Memberikan sumbangan bagi perubahan , perbaikn dan perkembangan kebijakan dan perundang –undang sosial.

      C.  Fungsi Paktek Pekerjaan Sosial dan Tugas  Pekerja Sosial
                Dalam pencapaian tujuan Pekerjaan Sosial melaksanakan fungsi :
1. Membantu  orang untuk menggunakan secara efektif potensi mereka  untuk  melaksanakan tugas-tugas kehidupan  dan memecahkan masalah mereka.
2. Menciptakan jalur hubungan pendahuluan  diantara orang dengan sistim sumber.
3. Menciptakan hubungan baru antara orang dengan  sitim sumber kemasyarakat.
4  Menciptakan hubunga diantara  orang –orang  dilingkungan sistim sumber..
5.. Memberikan sumbangan bagi perbaikan  kebijakan dan perundang-undang sosial.
6. Meratakan sumber - sumber materil.
7. Bertindak sewbagai  pelaksana  kontrol sosial.
       
         D. Tugas – tugas Pekerja Sosial melaksanakan fungsi Praktek
1.  Membantu orang menggunakan lebif eketif potensi mereka.:
     a. Pekerja Sosial mengadakan hubungan dengan orang yang membutuhkan pertolongan  atau mencari orang yang membutuhkan pertolongan.
      b.. Pekerja Sosial memberikan dukungan dan pengertian kepada orang ( Klien) yang  mengalami krisis misalnya sedang mengalami kecewa,  sedih , ketakutan.
      c. Pekerja Sosial meberikan kesempetan kepada orang untuk  mengutarakan kesulitan-kesulitannya .
       d . Pekerja Sosial membantu orang  meneliti berbagai piliahan dan membantu
mengambil keputusan  tentang cara-cara  menanggulangi masalahnya.
        e.  Pekerja Sosial dapat menjelaskan akibat yang menimpa dirinya apabila memilih keputusan yang bertentangan dengan realitas situasi yang mereka hadapi.
        f. Pekerja Sosial mengajarkan ketrampilan kepada orang untuk mewujudkan aspirasinya..
  2. Menciptakan jalur hubungan pendahuluan  antar orang dengan sistim sumber.
       ( informal, formal dan  kemasyarakatan ).
       a . Pekerja Sosial menemukan dan menentukan orang yang membutuhkan   dan  berhak memperoleh  sumber-sumber yang ada, tapi tidak mengetahui akan hak mereka.
        b. Pekerja Sosial memberikan informasi mengenai sumber yng tersedia dan
            menganai hak dan prosedure untuk memperoleh sumber .
        c.. Pekerja Sosial membantu orang untk mengatasi masalah praktis , memperoleh atau menggunakan sumber yang mereka butuhkan.
        d. Pekerja Sosial dapat mengadakan pengalihan wewenang pelayanan (referral)  dan meyakini bahwa klien   yang dialihkan tersebut terjamin  memperoleh sumber yang dibutuhkannya.
        e. Pekerja Sosial bertindak mewakili Klien  atau organisasi yang mengalami kesulitan mempergunakan sumber-sumber yang dibutuhkannya.
         f.. Pekerja Sosial  mewakili  Klien atau organisasi untuk mempengaruhi sistim sumber merubah kebijakannya dalam pelayanannya..
         g . Pekerja Sosial  membantu orang untuk membentuk sistim sumber baru
              agar dapat  saling membantu sesama penyandang masalah.
    3.. Menciptakan jalur hubungan  baru diantara orang dengan sistim sumber kemasyarakatan.:
          a. Pekerja Sosial memberikan informasi pada sistim sumber kemasyarakatan atas masalah baru yang membutukan pertolongan pada sistim sumber yang lain.atau agar merubah sistim operational atau cara pelayana sistim sumber tersebut.
         b. Pekerja Sosial dapat bertindak sebagai  sorang  konsultan dari sitim sumber kemasyarakatan. Dan memberikan rekomendasi atas cara pelayanannya..
        c. Pekerja Sosial dapat membantu sitim sumber informal agar memperoleh pelayanan baru  atau yang lebih baik dari sistim sumber kemasyarakatan..
        d. Pekerja Sosial  merenacanakan dan melaksanakan kegiatan yang koordinatif diantara sistim sumber kemasyarakat agar tercapai pemberian pelayanan yang lebih baik.
        e. Pekerja Sosial dapat mewakili sistim sumber informal dan formal untuk mengahadapi sistim sumber kemasyarakatan agar menambah dan memperbaiki sistim pelayanannya..
       f. Pekerja Sosial dapat mengorganisir  penerima pelayanan menjadi suatu organisasi tersendiri  atau memperngaruhi organisasi yang sudah ada untuk melakukan hal sama untuk membela kepentinganmereka..
        g. Pekerja Sosial dapat menjadi  penengah dari pada konflik diantara sistim sumber kemasyarakatan.